Hidup sebagai anak kost-an memang unik. Di satu sisi, kamu bebas menentukan pilihan sendiri. Tidak harus terikat dengan aturan rumah lagi. Tapi di sisi lain, jadi anak kost juga mendorongmu untuk mau tak mau jadi pribadi yang mandiri. Sebab kini sudah tidak ada orang tua yang selalu siap sedia membantu 24 jam lagi.

 

Nah, salah satu tantangan jadi anak kost adalah perkara menghemat uang bulanan. Belum tanggal “gajian”, uang bulanan dari orang tua dan uang gaji dari perusahaan sudah hampir habis saja.

Bukan cuma masalah sedikit atau banyaknya uang bulanan yang ditransfer ke rekeningmu, cepat atau tidaknya uangmu habis juga sangat dipengaruhi oleh caramu membelanjakannya.

 

1. Kurangi nongkrong di cafe

Sebagai anak muda, nongkrong adalah suatu kebutuhan sosial yang tidak dapat dihindari. Nongkrong di cafe bersama teman sah sah saja dilakukan, tetapi kalau terlalu sering bisa jadi pengeluaran membengkak. Nah bagaimana cara mengatasinya? Usahakan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum pergi nongkrong. Daripada membeli makanan di cafe dengan harga Rp50.000 yang belum tentu bisa membuat kenyang, tidak ada salahnya kamu mengisi terlebih dahulu perutmu dengan makanan di warung dekat kos hanya dengan budget Rp10.000 saja. Jadi nanti ketika nongkrong, kamu cukup hanya membeli minuman saja karena perut sudah kenyang.

Tidak perlu membatasi diri dengan hanya membeli air putih saja untuk kali ini, kamu bisa membeli minuman cafe dengan harga puluhan ribu karena tidak setiap hari dilakukan.

Cara ini bisa kamu terapkan jika memang kamu harus pergi nongkrong bersama teman. Namun selama menurut kamu itu masih bisa ditunda, lebih baik mengurangi pergi nongkrong dan menggantinya dengan main di kos teman secara bergantian.

 

2. Kurangi konsumsi daging

Bagi anak kos, sah-sah saja mengonsumsi daging sebagai lauk. Tetapi, tidak ada salahnya untuk menguranginya kan? Mengurangi konsumsi daging ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan karena dapat mengurangi kolesterol tetapi juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Daging biasanya dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal dari menu lainnya.

Kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan protein dengan mengganti protein hewani menjadi protein nabati melalui sayuran dan tahu tempe. Biasanya di warung dekat kos – kosan menu tahu tempe dan sayuran dimasak dengan berbagai jenis masakan sehingga kamu tidak akan merasa bosan.

 

3. Belajar Memasak Sendiri

Jika cara tersebut diatas masih kurang bisa menghemat budget-mu, maka kamu bisa melakukan cara yang terakhir ini, yaitu memasak sendiri. Cara ini cukup efektif jika kamu memiliki waktu kosong yang cukup. Di awal minggu kamu bisa membeli bahan-bahan yang diperlukan selama seminggu ke depan. Ingat ya, beli sesuai kebutuhan dan jangan lapar mata. Jika kamu membeli bahan masakannya di tukang sayur, kamu mungkin hanya membutuhkan uang Rp100.000 saja untuk membeli bahan makanan selama 1 minggu.

 

4. Untuk Beberapa Barang, Jangan Ragu Membelinya Secara Online

Kini sudah ada banyak sekali opsi belanja hemat yang tersedia di sekeliling kita. Salah satunya adalah dengan belanja secara online. Untuk beberapa barang, belanja online jauh lebih hemat dibanding belanja langsung ke supermarket atau ke tempat perbelanjaan. Ini disebabkan karena beberapa toko online mampu mendapatkan deal terendah dengan distributor resmi, sehingga harga barang yang dijual pun jauh di bawah harga pasaran.

Leave a Comment